Rabu, 06 April 2016

Normalisasi Pada Database



Nama : I Putu Herry Setiawan
NIM   : 15101833
Kelas  : N

1.    Normalisasi Database
Proses memecah tabel tunggal menjadi beberapa tabel yang saling berhubungan disebut Normalisasi. Normalisasi adalah suatu proses untuk mengubah suatu tabel yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah tabel atau lebih.
Normalisasi dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat dilakukan proses insert, update, delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut.
2.    Tujuan Normalisasi
Tujuan dilakukan normalisasi yaitu:
a.       Mengatur data dalam kelompok-kelompok sehingga mempermudah dalam penanganan data.
b.      Menjamin perawatan data.
c.       Untuk menghilangkan kerangkapan data.
d.      Untuk mengurangi kompleksitas.
e.       Untuk mempermudah pemodifikasian data.
f.       Optimalisasi storage.
g.      Mempermudah user dalam mengakses database.
3.    Functional Dependency
a.       Pengertian Functional Dependency.
Functional Dependency ialah suatu ketergantungan relasi yang terjadi antara atribut dalam tabel atau set entitas dengan atribut lain. functional dependency menggambarkan suatu relasi atau hubungan, batasan serta keterikatan atribut-atribut dalam relasi.
b.      Jenis Functional Dependency.
b.1.  Full Functional Dependency (Kebergantungan Fungsional Penuh)
b.2.  Partial Dependency(Kebergantungan Sebagian).
b.3.  Transitive Dependency (Kebergantungan Transitif).
4. Bentuk-Bentuk Normalisasi.
    a.  First Normal Form
Bentuk normal yang pertama atau 1NF mensyaratkan beberapa kondisi dalam sebuah database.

 

Pada intinya bentuk normalisasi 1NF mengelompokkan beberapa tipe data atau kelompok data yang sejenis agar dapat dipisahkan sehingga anomali data dapat di atasi.
b. Second Normal Form
Syarat untuk menerapkan normalisasi bentuk kedua ini adalah data telah dibentuk dalam 1NF.

 

Pada intinya bentuk kedua ini adalah tidak boleh ada field yang berhubungan dengan field lainnya secara fungsional.
c.    Third Normal Form
Normalisasi database dalam bentuk 3NF bertujuan untuk menghilangkan seluruh atribut atau field yang tidak berhubungan dengan primary key. Dengan demikian tidak ada ketergantungan transitif pada setiap kandidat key.

 

Pada tabel pertama di atas tidak semua kolom sepenuhnya tergantung pada primary key, hanya saja ada satu field yaitu total yang bergantung pada harga dan jumlah, total dapat dihasilkan dengan mengalikan harga dan jumlah. Bentuk 3NF pada tabel di atas dapat dilakukan dengan membuang field Total.
d.   BCNF (Boyce-Codd Normal Form)
Merupakan sebuah teknik normalisasi database yang sering disebut 3.5NF, memiliki hubungan yang sangat erat dengan bentuk 3NF. Pada dasarnya adalah untuk menghandle anomali dan overloopingyang tidak dapat di handledalam bentuk 3NF. Normalisasi database bentuk ini tergantung dari kasus yang disediakan, tidak semua tabel wajib di normalisasi dalam bentuk BCNF.