Nama : I Putu Herry Setiawan
NIM
: 15101833
Kelas
: N
Proses
memecah tabel tunggal menjadi beberapa tabel yang saling berhubungan disebut
Normalisasi. Normalisasi adalah suatu proses untuk mengubah suatu tabel yang
memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah tabel atau lebih.
Normalisasi dilakukan sebagai uji coba
pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk menentukan apakah relasi itu sudah
baik, yaitu dapat dilakukan proses insert,
update, delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa
mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut.
2. Tujuan
Normalisasi
Tujuan dilakukan
normalisasi yaitu:
a. Mengatur
data dalam kelompok-kelompok sehingga mempermudah dalam penanganan data.
b. Menjamin
perawatan data.
c. Untuk
menghilangkan kerangkapan data.
d. Untuk
mengurangi kompleksitas.
e. Untuk
mempermudah pemodifikasian data.
f. Optimalisasi
storage.
g. Mempermudah
user dalam mengakses database.
3. Functional
Dependency
a. Pengertian
Functional Dependency.
Functional Dependency
ialah suatu ketergantungan relasi yang terjadi antara atribut dalam tabel atau
set entitas dengan atribut lain. functional
dependency menggambarkan suatu relasi atau hubungan, batasan serta
keterikatan atribut-atribut dalam relasi.
b. Jenis
Functional Dependency.
b.1. Full
Functional Dependency (Kebergantungan Fungsional Penuh)
b.2. Partial
Dependency(Kebergantungan Sebagian).
b.3. Transitive
Dependency (Kebergantungan Transitif).
4.
Bentuk-Bentuk Normalisasi.
a. First Normal Form
Bentuk normal yang pertama atau 1NF
mensyaratkan beberapa kondisi dalam sebuah database.
Pada intinya bentuk normalisasi 1NF
mengelompokkan beberapa tipe data atau kelompok data yang sejenis agar dapat
dipisahkan sehingga anomali data dapat di atasi.
b.
Second Normal Form
Syarat
untuk menerapkan normalisasi bentuk kedua ini adalah data telah dibentuk dalam
1NF.
Pada
intinya bentuk kedua ini adalah tidak boleh ada field yang berhubungan dengan field
lainnya secara fungsional.
c.
Third
Normal Form
Normalisasi
database dalam bentuk 3NF bertujuan untuk menghilangkan seluruh atribut atau field yang tidak berhubungan dengan primary key. Dengan demikian tidak ada
ketergantungan transitif pada setiap kandidat key.
Pada
tabel pertama di atas tidak semua kolom sepenuhnya tergantung pada primary key, hanya saja ada satu field yaitu total yang bergantung pada
harga dan jumlah, total dapat dihasilkan dengan mengalikan harga dan jumlah.
Bentuk 3NF pada tabel di atas dapat dilakukan dengan membuang field Total.
d. BCNF
(Boyce-Codd Normal Form)
Merupakan
sebuah teknik normalisasi database yang sering disebut 3.5NF, memiliki hubungan
yang sangat erat dengan bentuk 3NF. Pada dasarnya adalah untuk menghandle
anomali dan overloopingyang tidak
dapat di handledalam bentuk 3NF.
Normalisasi database bentuk ini tergantung dari kasus yang disediakan, tidak
semua tabel wajib di normalisasi dalam bentuk BCNF.